Selasa, 09 Juni 2015

ceramah jumat

1ALHAMDULILLAHIRROBBIL 'ALAMIN
2ASYHADU ANLA ILAHA ILLALLAH WASYHADU ANNA MUHAMMADARASULULLAH
3ALLAHUMMA SHALLI 'ALLA MUHAMMAD WA'ALAA ALIHI WASHAHBIHI AJMA'IN
AMMA BA'DU

4QALALLAHU TA'ALLA FIL QUR'ANIL KARIM. 'AUDZUBILLAHI MINASY SYAITHANIRRAJIM. YAA AYYUHALLADZINA AMANUT TAQULLAHA HAQQA TUQATIHI WALA TAMUU TUNNA ILLA WA ANTUM MUSLIMUN



5WAQALALLAHU TA'ALLA AIDLON. 'AUDZUBILLAHI MINASY SYAITHANIRRAJIM. WAL'ASHRI INNAL INSA NALAFI HUSRIN ILLA # ILLALLADZI NAAMANU WA'AMILUSHALIHATI WATAWA SHAUBIL HAQ WATAWA SHAUBISH SHABR
SHADAQALLAHUL 'ADZIM

6JAMA'AH SIDANG SHALAT JUMAT YANG INSYA'ALLAH DIRAHMATI ALLAH YANG BERBAHAGIA DAN YANG KAMI HORMATI

MARI KITA SELALU BERSYUKUR KEPADA ALLAH SWT DENGAN LISAN DENGAN MENGUCAPKAN ALHAMDULILLAHIRROBBIL 'ALAMIN; BERSYUKUR DENGAN HATI DENGAN SELALU YAKIN BAHWA SEMUA SUMBER NIKMAT YANG KITA TERIMA SETIAP SAAT HANYALAH DARI ALLAH SWT; DAN JUGA BERSYUKUR DENGAN SELURUH ANGGOTA TUBUH KITA DENGAN MENGGUNAKAN SEMUA NIKMAT DARI-NYA ITU UNTUK SELALU TAAT KEPADA-NYA. AMIN. INSYA'ALLAH

SELAIN BERSYUKUR MARI JUGA TIDAK LUPA KITA SELALU MENGHATURKAN DOA SHALAWAT DAN SALAM KITA KEPADA ALLAH SWT SEMOGA ALLAH SWT SELALU MELIMPAHKAN KEPADA JUNJUNGAN KITANABI BESAR MUHAMMAD SAW BESERTA KELUARGA; SAHABAT DAN PENGIKUTNYA YANG SETIA HINGGA AKHIR JAMAN NANTI DENGAN UCAPAN: ALLAHUMMA SHALLI 'ALLA MUHAMMAD WA'ALAA ALIHI WASHAHBIHI AJMA'IN

SELAIN BERSYUKUR DAN BERDOA SHALAWAT DAN SALAM, MARI JUGA TIDAK LUPA KITA SELALU MENINGKATKAN IMAN KITA DENGAN SELALU TAAT KEPADA AJARAN ALLAH SWT DAN AJARAN RASUL-NYA

7JAMA'AH SIDANG SHALAT JUMAT YANG INSYA'ALLAH DIRAHMATI ALLAH YANG BERBAHAGIA DAN YANG KAMI HORMATI

ORANG BERIMAN ADALAH ORANG YANG BAIK SEBAGAIMANA DALAM QUR'AN SURAT AL ASHR DIKATAKAN BAHWA ORANG BERIMAN ADALAH ORANG YANG BAIK; ORANG YANG BERUNTUNG; ORANG YANG TIDAK RUGI HIDUP DI DUNIA INI MENUJU HIDUP YANG KEKAL ABADI DI AKHIRAT KELAK

CARANYA JADI ORANG BAIK YAITU DENGAN SELALU MENJALANI PERBUATAN BAIK; SELALU INGATKAN HAL HAL YANG BAIK; DAN SELALU SABAR DALAM MENJALANI PERBUATAN BAIK

SEMANGATNYA ORANG BERIMAN ADALAH OJO LEREN DADI WONG APIK; JANGAN BERHENTI JADI ORANG BAIK. SEBAB KITA ORANG BERIMAN ADALAH DICIPTAKAN OLEH ALLAH SWT SEBAGAI MANUSIA YANG TERBAIK; DICIPTAKAN UNTUK SESAMA MANUSIA; TUJUANNYA AGAR KITA ORANG BERIMAN SELALU BERAMAR MA'RUF NAHI MUNGKAR DENGAN TIDAK LUPA SELALU INGAT KEPADA NYA DALAM TAAT KEPADA NYA, DEMIKIAN SEBAGAIMANA DIFIRMANKAN OLEH NYA DALAM QS ALI IMRAN AYAT 110. KITA MANUSIA TIDAK SIA SIA DICIPTAKAN OLEH NYA. HANYA KITA SENDIRI YANG KADANG MENYIA NYIAKANNYA DI DUNIA INI

8JAMA'AH SIDANG SHALAT JUMAT YANG INSYA'ALLAH DIRAHMATI ALLAH YANG BERBAHAGIA DAN YANG KAMI HORMATI

DEMIKIAN KHUTBAH SINGKAT KALI INI TENTANG ISI SURAT AL ASHR YANG MENGINGATKAN KITA TERKAIT POSISI ORANG BERIMAN YAITU ORANG YANG BAIK YANG SELALU DIHARAPKAN MENJADI ORANG YANG BAIK dengan selalu berbuat baik; selalu beramal baik karena Allah swt semata; SELALU INGATKAN YANG BAIK DAN SELALU SABAR DALAM MENJALANI HAL YANG BAIK DI DUNIA INI. RASULULLAH BERSABDA: SEBAIK BAIK MANUSIA ADALAH YANG MAMPU MEMBERI ANFAAT KEPADA SESAMANYA (khoirun naas 'anfa'uhum linnaas)

akhirnya semoga kita termasuk golongan orang yang baik yang selalu berbuat baik selalu ingatkan yang baik dan selalu sabar dalam menjalani dalam hal hal yang baik. amin. AQULU QAULI HADZA WASTAGHFIRUHU INAHU HUWAL GHAFURUR RAHIM.

LALU DUDUK SEBENTAR DAN DITERUSKAN KHUTBAH KEDUA DENGAN RUKUNA YANG SAMA SEPERTI KHUTBAH PERTAMA DI ATAS DAN DIAKHIRI DENGAN DOA
LALU KHOTIB TURUN MIMBAR; MUADZIN IQAMAH DAN SHALAT JUMAT 2 REKAAT DITUNAIKAN BERJAMAAH. SEKIAN. MOHON KOREKSINYA JIKA ADA YANG SALAH

Rabu, 08 April 2015

MERUBAH NASIB SENDIRI



Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 Ayat tersebut menggambarkan kepada kita bahwa untuk merubah nasib, maka kita sendirilah yang bertindak untuk merubahnya. Allah memerintah kita untuk berikhtiar dan berusaha semampu kita untuk merubah nasib kita, lalu selanjutnya kita diwajibkan untuk bertawakal kepadaNya.
Dari ayat itu saya mengambil contoh kisah nyata yang mungkin dapat menginspirasi teman2 dalam menggapai impian, dan merubah nasib kita menjadi lebih baik. Ini kisah seorang anak remaja dari Thailand yang sekarang sudah sukses menjadi miliarder dengan usaha makanan ringannya bernama " Tao Kae Noi".
Aitthipat Kulapongvanich lahir pada tahun 1984 di Thailand adalah seorang CEO sekaligus founder dari makanan ringan rumput laut bermerk “TaoKaeNoi“ yang cukup dikenal di Thailand maupun di negara – negara Asia termasuk di Indonesia.
TaoKaeNoi yang artinya adalah “Boss Muda” mencerminkan kisah sukses yang diraih oleh Aitthipat, bagaimana tidak? hanya dalam waktu yang terbilang cukup singkat merk TaoKaeNoi sudah dikenal hampir di seluruh negara Asia dan bahkan mengalahkan merk dagang yang ada di negara Jepang atau Korea Selatan yang sudah lebih dulu menjual makanan ringan jenis rumput laut.
Aitthipat lahir di sebuah keluarga yang cukup kaya di Thailand dan dia memiliki hobi bermain game online, ketika dia berumur 16 tahun dia berhasil mendapatkan uang dari game online sebesar empat ratus ribu baht, karena kecanduannya terhadap game online membuat dia menjadi malas belajar dan nilainya menjadi hancur berantakan sampai akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah.
Pada usia 17 tahun, dia menginvestasikan semua uang yang didapatkannya dari game online untuk membuka usaha kastanye, usaha yang baru dirintisnya ini cukup menjanjikan sehingga dia membuka beberapa cabang dan mendapatkan banyak uang dari usaha tersebut, namun keberhasilannya tidak berlangsung lama, usaha yang dirintisnya ternyata menghasilkan asap pembuangan yang mengakibatkan pihak pengelola gedung melarang dia untuk membuka usaha disana.
Satu tahun setelah dia merintis usaha pertamanya dengan menjual kastanye, usaha ayahnya bankrut dan menyebabkan keluarganya pindah ke Shanghai, China tetapi Aitthipat menolak untuk ikut bersama keluarganya dan memilih untuk tinggal di Thailand dan berjuang untuk meraih impiannya. Setelah usaha pertamanya gagal, dia mencoba kembali membangun usahanya yaitu menjual snack rumput laut dengan modal yang dia dapat dari menjual mobil yang dibelinya ketika dia masih mendapatkan uang dari game online.
Usaha barunya ini tidak langsung berhasil, karena Aitthipat harus menghadapi beberapa tantangan seperti bagaimana membuat snack rumput laut ini bertahan lebih lama dan menjadikan snack rumput laut ini menjadi snack yang rasanya enak. Namun dengan segala usaha akhirnya tantangan tersebut berhasil diatasi oleh Aitthipat, kemudian dia mulai menjual produknya dalam skala yang kecil dan ternyata produknya sangat disukai oleh pelanggan dan dia berpikir bagaimana cara mengembangkan bisnisnya ini menjadi skala yang lebih besar, pada saat itu dia mendapatkan ide untuk menyalurkan produknya melalui jaringan retail 7-Eleven.
Setelah mendapatkan ide untuk menyalurkan produknya, dia langsung membuat dan mengirimkan surat proposal kepada 7-Eleven untuk mereview produk yang sudah diciptakannya supaya produk tersebut bisa masuk ke dalam jaringan retail 7-Eleven dan ternyata keberuntungan pun menghampirinya, surat yang dikirimkan langsung dibalas beberapa hari kemudian, Aitthipat diminta untuk memberikan presentasi mengenai produk yang sudah dia produksi didepan manager pemasaran 7-Eleven, namun saat itu produknya ditolak karena tidak memenuhi standarisasi perusahaan.
Ukuran kemasan yang terlalu besar dan harga yang dinilai masih terlalu tinggi menjadi penyebab produknya ditolak oleh pihak 7-Eleven, namun setelah ditolak dia tidak putus asa dan langsung mengambil inisiatif untuk mendatangi perusahaan desain dan meminta mereka untuk mendesain ulang kemasan yang saat ini digunakan dan menyesuaikannya dengan standarisasi yang sudah ditetapkan oleh 7-Eleven.
Setelah produknya sudah diredesign, dia kembali datang ke kantor 7-Eleven dengan membawa produknya untuk direview kembali, namun setelah menunggu lama dan tak ada satu orang pun yang menemuinya akhirnya Aitthipat pulang dengan perasaan kecewa dan meninggalkan produknya disana. Beberapa hari kemudian dia mendapatkan telepon dari manager pemasaran 7-Eleven dan dia diminta untuk datang kembali untuk mempresentasikan produknya yang baru didepan para eksekutif 7-Eleven dan ternyata dia berhasil meyakinkan pihak eksekutif 7-Eleven bahwa produknya memang layak untuk masuk ke jaringan retail 7-Eleven, namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Aitthipat, salah satunya adalah bahwa Aitthipat harus memiliki tempat produksi yang layak dan bersih dan dia harus mampu menyediakan produknya dalam jumlah yang besar.
Bagaimana cara memenuhi persyaratan tersebut itulah yang selalu dipikirkannya, sebab saat itu dia sudah tidak memiliki uang untuk menyewa tempat apalagi memproduksi snack tersebut dalam skala besar, karena selama ini dia hanya melakukannya berdua saja dengan ajudan yang dulu bekerja untuk ayahnya. Saat itu ajudannya mengatakan bahwa ayahnya masih memiliki sebuah rukan kecil di thailand, tanpa pikir panjang dia pun langsung mengajak ajudannya kesana dan merenovasi tempat tersebut untuk dijadikan sebuah pabrik kecil, kemudian dia merekrut beberapa orang untuk bekerja membantu dia memproduksi snack tersebut dan bahkan dalam waktu yang cukup singkat dia berhasil menyalurkan snacknya hingga mencapai Korea Selatan dan Jepang.
Akhirnya setelah melalui berbagai rintangan dan cobaan yang begitu berat, pada usianya yang ke 26 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha sukses sekaligus seorang miliarder muda yang sangat dihormati bukan hanya di Thailand tetapi di dunia. Bahkan kisah suksesnya ini pun dijadikan film layar lebar pada tahun 2011 dengan judul Top Secret : Wai Roon Pun Lan (The Billionaire).
dari cerita nyata tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang ingin merubah nasibnya, maka langkah pertama yang harus diambil adalah niat, kemudian tindakan atau berusaha (ikhtiar) , dan terakhir adalah berdoa dan tawakal kepada Allah SWT karena biar bagaimanapun kita berusaha, hanya Allah-lah yang menentukan hasilnya.

Senin, 06 April 2015

Dunia, Antara Harapan dan Pijakan



Segala puji hanya untuk Allah Ta'ala, shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulallah Shalallahu’alaihi wa sallam. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah Ta’alla semata yang tidak ada sekutu bagi -Nya, dan aku juga bersaksai bahwa Muhammad Shalallahu’alaihi wa sallam adalah seorang hamba dan utusan -Nya. Amma ba'du:
Dunia menjadi ladang untuk beramal bagi orang beriman, akan tetapi, tidak jarang bagi orang yang ingkar, dunia adalah tempat menumpahkan segala kesenangan. Maka pada kajian kita kali ini, sedikit kita akan mendudukan dunia itu seperti apa dalam kaca mata syari'at. Di dalam al-Qur'an Allah azza wa jalla berfirman:

"Barangsiapa menghendaki kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki, dan bagi orang yang Kami kehendaki dan Kami tentukan baginya neraka Jahannam ia akan memasukinya dalam keadaan tercela dan terusir. Dan barangsiapa yang menghendaki kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang ia adalah mukmin, maka mereka itu adalah orang-orang yang usahanya akan dibalas dengan baik. kepada masing-masing golongan baik golongan ini maupun golongan itu Kami berikan bantuan dari kemurahan Tuhanmu. dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi. Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian dari mereka atas sebagian (yang lain). dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya".  (QS al-Israa': 18-21).

Didalam ayat diatas Allah ta'ala menjelaskan tentang keadaan dua golongan serta akhir perjalanan keduanya. Adapun orang-orang yang menginginkan kehidupan dunia, maka Allah ta'ala akan memberi apa yang mereka inginkan, namun akhir perjalanan mereka diakhirat kelak adalah neraka Jahanam dalam keadaan hina dan merugi. Sebab mereka tidak pernah mengharap pahala Allah Shubhanahu wa ta’alla serta merasa takut akan adzab -Nya.
Sedangkan orang-orang yang menghendaki kehidupan akhirat lalu berusaha untuk ke arah itu, yaitu dengan mengerjakan amal sholeh dengan dibarengi keimanan pada hari akhir serta ganjaran yang banyak bagi siapa yang beriman pada -Nya, lantas beramal sholeh. Maka, mereka itulah yang mendapat tanda jasa dari Allah Shubhanahu wa ta’alla. Lalu memperoleh apa yang diinginkan, diberi rasa aman dari segala yang menakutkan mereka pada hari kiamat, kemudian akhir dari segalanya adalah dimasukannya ke dalam surga dengan sebab rahmat serta karunia -Nya.
Selanjutnya, Allah ta'ala mengabarkan bahwasannya Dirinya telah melebihkan sebagian hamba dengan yang lainnya didunia ini, dari sisi materi, rizki sedikit maupun banyak, kemudahan ataupun kesulitan, mendapat ilmu atau bodoh, akal sehat atau pandir, atau yang lainnya dari perkara dunia.
Kemudian Allah ta'ala menerangkan tentang akhirat yang lebih besar situasi serta kedudukan yang diberikan, dimana tidak sebanding sama sekali dengan nikmat yang ada didunia serta kesenangannya dari sisi manapun.
Perbedaan yang sangat jelas, antara orang yang berada ditengah-tengah kenikmatan, dalam istana surga nan tinggi, dengan berbagai jenis kenikmatan, kesenangan, dan kebahagian, dengan mereka yang dibolak-balik dalam neraka, diadzab dengan siksaan yang sangat pedih, karena kemurkaan Allah Shubhanahu wa ta’alla telah ditetapkan baginya.
Maka, sungguh dua negeri ini, sangat berbeda keadaan dan situasinya, yang jika dihitung maka tidak ada seorangpun yang mampu untuk menghitungnya.

Pelajaran yang bisa kita petik dari ayat-ayat diatas:
1.         Barangsiapa yang menghendaki dunia, lalu berusaha untuk memperolehnya dan meninggalkan akhirat tanpa amalan sedikitpun. Maka sungguh dirinya akan diberi apa yang menjadi impiannya. Namun, tatkala sudah saatnya kembali ke kampung akhirat, maka dirinya sudah tidak menjumpai bagiannya disisi Allah Shubhanahu wa ta’alla. Hal ini, seperti yang -Dia tegaskan dalam firman -Nya yang lain:
"Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia, maka Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bagianpun di akhirat".  (QS asy-Syuura: 20).

Hal senada juga dijelaskan oleh Allah ta'ala dalam ayat -Nya yang lain:

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan".  (QS Huud: 15-16).

Dalam sebuah hadits, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dalam sunannya dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulallahu Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang akhirat menjadi tujuannya, maka Allah akan menjadikan kekayaan berada dalam hatinya, dan memudahkan urusannya serta memberi dunia sedangkan ia tidak memintanya. Dan barangsiapa menjadikan dunia adalah tujuannya, maka Allah akan menjadikan kemiskinan selalu menghantui dirinya, dicerai beraikan urusannya, dan tidak diberi harta kecuali apa yang telah ditakdirkan untuknya". HR at-Tirmidzi no: 2465. Dinilai shahih oleh al-Albani dalam shahih sunan at-Tirmidzi 2/300 no: 2005.

2.         Perbedaan hakiki ialah kelak di akhirat bukan seperti yang kita lihat di dunia ini. sebagaimana dijelaskan oleh Allah ta'ala melalui firman -Nya:
"Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya".  (QS al-Israa': 21).

Dalam ayat lain Allah ta'ala menjelaskan:
"Mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya".  (QS al-Anfaal: 4).
Demikian pula di pertegas lagi dalam salah satu firmanNya:

"Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia)". (QS Thahaa: 75).

Dalam sebuah hadits disebutkan, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwasannya Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
"Surga itu mempunyai seratus tingkatan, dan pada tiap tingkatnya itu sejauh antara langit dan bumi, sesungguhnya surga yang paling tinggi ialah Firdaus, sedang yang berada ditengah-tengah juga Firdaus, adapun Arsy itu berada diatasnya surga Firdaus, dari situlah memancar mata air surga. Oleh karena itu, jika kalian meminta kepada Allah, mintalah dimasukkan dalam surga Firdaus". HR Ibnu Majah no: 4331. Dinilai hasan oleh al-Albani dalam shahih sunan Ibnu Majah 2/436 no: 3496.

Dalam musnadnya Imam Ahmad dibawakan sebuah hadits dari Ubadah bin Shamith radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan: "Rasulallahu Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

"Surga itu ada seratus lebih tingkatan dan antara satu tingkat dengan yang lainnya sejarak perjalanan seratus tahun". Berkata Affan: "Seperti sejauh langit dan bumi".  HR Ahmad 37/369 no: 22695.

Disebutkan dalam riwayat Bukhari dan Muslim sebuah hadits dari Abu Sa'id al-Khudri radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulallah Shalallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: « إِنَّ أَهْلَ الْجَنَّةِ يَتَرَاءَوْنَ أَهْلَ الْغُرَفِ مِنْ فَوْقِهِمْ كَمَا يَتَرَاءَوْنَ الْكَوْكَبَ الدُّرِّيَّ الْغَابِرَ فِي الْأُفُقِ مِنْ الْمَشْرِقِ أَوْ الْمَغْرِبِ لِتَفَاضُلِ مَا بَيْنَهُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ تِلْكَ مَنَازِلُ الْأَنْبِيَاءِ لَا يَبْلُغُهَا غَيْرُهُمْ قَالَ بَلَى وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ رِجَالٌ آمَنُوا بِاللَّهِ وَصَدَّقُوا الْمُرْسَلِينَ » [أخرجه البخاري ومسلم]
"Sesungguhnya penduduk surga akan bisa saling melihat istana yang berada diatasnya. Seperti halnya mereka melihat bintang yang terang di ufuk timur maupun barat, disebabkan tingkatan yang masing-masing mereka peroleh". Maka para sahabat berkomentar: "Wahai Rasulallah, barangkali itu kedudukannya para Nabi yang tidak mungkin bisa disamai oleh yang lain". Nabi menjelaskan: "Bukan, Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan   -Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah serta mengimani para Rasul".  HR Bukhari no: 3256. Muslim no: 2831.

3.         Adalah neraka bertingkat-tingkat sebagaimana halnya surga juga bertingkat-tingkat. Sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah ta'ala:
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka".(QS an-Nisaa': 145).

4.         Bahwa bagi orang yang menghendaki penghidupan akhirat lalu berusaha untuk meraihnya, maka Allah Shubhanahu wa ta'ala akan menganjarnya dengan balasan merengkuh dunia dan akhirat. Sebagaimana yang tercantum dalam ayat -Nya:

"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan".  (QS an-Nahl: 97).

Disebutkan dalam sebuah hadits dari Anas radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mendhalimi kebaikan (yang pernah dikerjakan) seorang mukmin, Allah akan memberi balasan didunia dan menganjarnya diakhirat. Adapun orang kafir, maka mereka diberi makan dengan sebab kebajikan yang mereka kerjakan karena Allah ketika didunia, hingga jika sekiranya tiba giliranya diakhirat dirinya sudah tidak mendapati lagi balasan kebajikannya".  HR Muslim no: 2808.

Akhirnya kita tutup kajian kita dengan mengucapkan segala puji hanya bagi Allah Shubhanahu wa ta’alla Rabb seluruh makhluk. Shalawat serta salam semoga senantiasa Allah curahkan kepada Nabi kita Muhammad Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam, kepada keluarga beliau serta para sahabatnya.