Sesungguhnya
Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang
mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 Ayat tersebut menggambarkan
kepada kita bahwa untuk merubah nasib, maka kita sendirilah yang bertindak untuk
merubahnya. Allah memerintah kita untuk berikhtiar dan berusaha semampu kita
untuk merubah nasib kita, lalu selanjutnya kita diwajibkan untuk bertawakal
kepadaNya.
Dari
ayat itu saya mengambil contoh kisah nyata yang mungkin dapat menginspirasi
teman2 dalam menggapai impian, dan merubah nasib kita menjadi lebih baik. Ini
kisah seorang anak remaja dari Thailand yang sekarang sudah sukses menjadi
miliarder dengan usaha makanan ringannya bernama " Tao Kae Noi".
Aitthipat Kulapongvanich lahir pada tahun 1984 di Thailand adalah seorang CEO sekaligus founder dari makanan ringan rumput laut bermerk “TaoKaeNoi“ yang cukup dikenal di Thailand maupun di negara – negara Asia termasuk di Indonesia.
Aitthipat Kulapongvanich lahir pada tahun 1984 di Thailand adalah seorang CEO sekaligus founder dari makanan ringan rumput laut bermerk “TaoKaeNoi“ yang cukup dikenal di Thailand maupun di negara – negara Asia termasuk di Indonesia.
TaoKaeNoi
yang artinya adalah “Boss Muda” mencerminkan kisah sukses yang diraih oleh
Aitthipat, bagaimana tidak? hanya dalam waktu yang terbilang cukup singkat merk
TaoKaeNoi sudah dikenal hampir di seluruh negara Asia dan bahkan mengalahkan
merk dagang yang ada di negara Jepang atau Korea Selatan yang sudah lebih dulu
menjual makanan ringan jenis rumput laut.
Aitthipat
lahir di sebuah keluarga yang cukup kaya di Thailand dan dia memiliki hobi
bermain game online, ketika dia berumur 16 tahun dia berhasil mendapatkan uang
dari game online sebesar empat ratus ribu baht, karena kecanduannya terhadap
game online membuat dia menjadi malas belajar dan nilainya menjadi hancur
berantakan sampai akhirnya dia dikeluarkan dari sekolah.
Pada usia 17 tahun, dia menginvestasikan semua uang yang didapatkannya dari game online untuk membuka usaha kastanye, usaha yang baru dirintisnya ini cukup menjanjikan sehingga dia membuka beberapa cabang dan mendapatkan banyak uang dari usaha tersebut, namun keberhasilannya tidak berlangsung lama, usaha yang dirintisnya ternyata menghasilkan asap pembuangan yang mengakibatkan pihak pengelola gedung melarang dia untuk membuka usaha disana.
Pada usia 17 tahun, dia menginvestasikan semua uang yang didapatkannya dari game online untuk membuka usaha kastanye, usaha yang baru dirintisnya ini cukup menjanjikan sehingga dia membuka beberapa cabang dan mendapatkan banyak uang dari usaha tersebut, namun keberhasilannya tidak berlangsung lama, usaha yang dirintisnya ternyata menghasilkan asap pembuangan yang mengakibatkan pihak pengelola gedung melarang dia untuk membuka usaha disana.
Satu
tahun setelah dia merintis usaha pertamanya dengan menjual kastanye, usaha
ayahnya bankrut dan menyebabkan keluarganya pindah ke Shanghai, China tetapi
Aitthipat menolak untuk ikut bersama keluarganya dan memilih untuk tinggal di
Thailand dan berjuang untuk meraih impiannya. Setelah usaha pertamanya gagal,
dia mencoba kembali membangun usahanya yaitu menjual snack rumput laut dengan
modal yang dia dapat dari menjual mobil yang dibelinya ketika dia masih
mendapatkan uang dari game online.
Usaha
barunya ini tidak langsung berhasil, karena Aitthipat harus menghadapi beberapa
tantangan seperti bagaimana membuat snack rumput laut ini bertahan lebih lama
dan menjadikan snack rumput laut ini menjadi snack yang rasanya enak. Namun
dengan segala usaha akhirnya tantangan tersebut berhasil diatasi oleh
Aitthipat, kemudian dia mulai menjual produknya dalam skala yang kecil dan
ternyata produknya sangat disukai oleh pelanggan dan dia berpikir bagaimana
cara mengembangkan bisnisnya ini menjadi skala yang lebih besar, pada saat itu
dia mendapatkan ide untuk menyalurkan produknya melalui jaringan retail
7-Eleven.
Setelah
mendapatkan ide untuk menyalurkan produknya, dia langsung membuat dan
mengirimkan surat proposal kepada 7-Eleven untuk mereview produk yang sudah
diciptakannya supaya produk tersebut bisa masuk ke dalam jaringan retail
7-Eleven dan ternyata keberuntungan pun menghampirinya, surat yang dikirimkan
langsung dibalas beberapa hari kemudian, Aitthipat diminta untuk memberikan
presentasi mengenai produk yang sudah dia produksi didepan manager pemasaran
7-Eleven, namun saat itu produknya ditolak karena tidak memenuhi standarisasi
perusahaan.
Ukuran
kemasan yang terlalu besar dan harga yang dinilai masih terlalu tinggi menjadi
penyebab produknya ditolak oleh pihak 7-Eleven, namun setelah ditolak dia tidak
putus asa dan langsung mengambil inisiatif untuk mendatangi perusahaan desain
dan meminta mereka untuk mendesain ulang kemasan yang saat ini digunakan dan
menyesuaikannya dengan standarisasi yang sudah ditetapkan oleh 7-Eleven.
Setelah
produknya sudah diredesign, dia kembali datang ke kantor 7-Eleven dengan
membawa produknya untuk direview kembali, namun setelah menunggu lama dan tak
ada satu orang pun yang menemuinya akhirnya Aitthipat pulang dengan perasaan
kecewa dan meninggalkan produknya disana. Beberapa hari kemudian dia
mendapatkan telepon dari manager pemasaran 7-Eleven dan dia diminta untuk
datang kembali untuk mempresentasikan produknya yang baru didepan para
eksekutif 7-Eleven dan ternyata dia berhasil meyakinkan pihak eksekutif
7-Eleven bahwa produknya memang layak untuk masuk ke jaringan retail 7-Eleven,
namun ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Aitthipat, salah satunya
adalah bahwa Aitthipat harus memiliki tempat produksi yang layak dan bersih dan
dia harus mampu menyediakan produknya dalam jumlah yang besar.
Bagaimana
cara memenuhi persyaratan tersebut itulah yang selalu dipikirkannya, sebab saat
itu dia sudah tidak memiliki uang untuk menyewa tempat apalagi memproduksi
snack tersebut dalam skala besar, karena selama ini dia hanya melakukannya
berdua saja dengan ajudan yang dulu bekerja untuk ayahnya. Saat itu ajudannya
mengatakan bahwa ayahnya masih memiliki sebuah rukan kecil di thailand, tanpa
pikir panjang dia pun langsung mengajak ajudannya kesana dan merenovasi tempat
tersebut untuk dijadikan sebuah pabrik kecil, kemudian dia merekrut beberapa
orang untuk bekerja membantu dia memproduksi snack tersebut dan bahkan dalam
waktu yang cukup singkat dia berhasil menyalurkan snacknya hingga mencapai
Korea Selatan dan Jepang.
Akhirnya
setelah melalui berbagai rintangan dan cobaan yang begitu berat, pada usianya
yang ke 26 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha sukses sekaligus seorang
miliarder muda yang sangat dihormati bukan hanya di Thailand tetapi di dunia.
Bahkan kisah suksesnya ini pun dijadikan film layar lebar pada tahun 2011
dengan judul Top Secret : Wai Roon Pun Lan (The Billionaire).
dari cerita nyata tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang ingin merubah nasibnya, maka langkah pertama yang harus diambil adalah niat, kemudian tindakan atau berusaha (ikhtiar) , dan terakhir adalah berdoa dan tawakal kepada Allah SWT karena biar bagaimanapun kita berusaha, hanya Allah-lah yang menentukan hasilnya.
dari cerita nyata tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa seseorang yang ingin merubah nasibnya, maka langkah pertama yang harus diambil adalah niat, kemudian tindakan atau berusaha (ikhtiar) , dan terakhir adalah berdoa dan tawakal kepada Allah SWT karena biar bagaimanapun kita berusaha, hanya Allah-lah yang menentukan hasilnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar