KULTUM RAMADHAN MALAM KEDUA
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, sebagai seorang yang telah
meyakini tiada lagi Tuhan selain Allah maka kira-kira kita telah
beragama Islam dan kita tuangkan dalam bentuk dua kalimat syahadat :
“Asyhadu ‘alaa Ilaaha-Ilallah, wa Asyhadu anna Muhammadda rasulullah”
yang terjemahannya kira-kira :
“Aku bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi Muhammad utusan Allah”
Pengertiannya walaupun kita tidak pernah
melihat wujud Allahu Akbar dan bertemu dengan Muhammad tetapi kita
meyakini keberadaan dan kebenaran-Nya sehingga bersaksi disitu merupakan
pernyataan yang nilainya lebih tinggi dari menyaksikan dengan mata, dan
Muhammad yang dimaksud adalah Nur-Muhammad (Nur Kebenaran) yang telah
Allah didik masing-masing 30 ribu tahun dalam lautan api, air dan ilmu
yang akan selalu diemban oleh para Nabi dan Rasul-Allah serta
orang-orang yang Allahu Akbar tunjuk untuk meneruskan tugas-tugasnya.
Sehingga sahadat itu kira-kira : “Aku
bersaksi (menyatakan) tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi
(menyatakan) Muhammad utusan Allah”.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KETIGA
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, setelah kita meyakini dan
menyatakan bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah
sebagai umat Islam kita terkena beberapa konsekwensi dari pernyataan
tersebut, yang pertama adalah shalat wajib. Shalat merupakan suatu
bentuk laporan khusus manusia kepada Allahu Akbar. Shalat wajib adalah
laporan yang Allahu Akbar wajibkan sebagai bentuk ujian ketaatan atas
kesungguhan kita kepada Allahu Akbar untuk menunjukkan sebagai tanda
bahwa kita tunduk kepada Kekuasaan dan Kebesaran-NYA.
Dalam pelaksanaannya bila ada
shalat/laporan wajib yang tertinggal, maka dalam shalat/laporan wajib
berikutnya kita memohon ampunan kepada Allahu Akbar pada tahyad akhir
sebelum salam.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KEEMPAT
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, sebagai umat Islam dengan
adanya pernyataan kita tiada Tuhan melainkan Allah, selain terkena
konsekwensi laporan wajib (shalat wajib) kepada Allahu Akbar,
konsekwensi berikutnya adalah berpuasa di bulan Ramadhan yang merupakan
ujian untuk menumbuhkan rangsangan pada orang-orang yang telah tunduk
kepada Kekuasaan dan Kebesaran Allahu Akbar agar mau memperhatikan/
memikirkan serta menyantuni yatim-piatu serta memberi makan fakir
miskin.
Sehingga bila kita mau memenuhi
rangsangan yang Allahu Akbar berikan tersebut dengan
memperhatikan/memikirkan serta menyantuni yatim-piatu serta memberi
makan fakir miskin kira-kira sebagai usaha agar terhindanyar dari
penilaian Allahu Akbar sebagai “pendusta agama”, sebagaimana maksud dan
tujuan Allahu Akbar berfirman dalam Al-Qur’an Surat Al-Ma’un.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KELIMA
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, dengan pernyataan kita dalam
dua kalimat syahadat selain terkena konsekwensi wajib lapor kepada
Allahu Akbar dan berpuasa di bulan Ramadhan karena Allah, kita juga
terkena konsekwensi untuk menunaikan zakat sebagai uji kejujuran yang
berkaitan atas amanah yang Allahu Akbar titipkan kepada orang-orang
beriman dalam bentuk rezeki/kekayaan.
Uji kejujuran ini wujud pelaksanaannya
bisa dilihat dari hari jatuh tempo pembayarannya, apakah yang
dikeluarkan sesuai dengan aturan dari Yang Maha Adil (Allahu Akbar) atau
tidak adalah hanya orang-orang yang melaksanakan yang mengetahuinya dan
Allahu Akbar yang dapat menilainya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KEENAM
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, apabila seseorang sudah dapat
melalui ketiga ujian atas konsekwensinya dari 2 kalimat syahadat (wajib
lapor, berpuasa di bulan ramadhan dan menunaikan zakat) dan tidak
berubah, berarti seseorang tersebut sudah mendapatkan bekal dasar yaitu :
- Adanya iman (istiqomah)
- Adanya taqwa
- Terhindar dari orang-orang yang dicap sebagai pendusta agama oleh Allahu Akbar.
Apabila ke 3 poin tersebut di atas sudah
dapat dilaksanakan, berarti telah lulus dalam ujian dan biasanya berhak
mengambil ijazah yaitu diperkenankannya bagi yang telah lulus ujian
untuk naik haji ke Tanah Mekah guna melihat kebesaran-kebesaran Allahu
Akbar yang telah diturunkan kepada pembawa-pembawa suara kebenaran
(Rasul-rasul) di tanah tersebut. Kalaupun tidak sampai naik haji ke
Tanah Mekah diperkirakan orang yang telah lulus ujian tersebut sudah
memperoleh nilai haji mabrur.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KETUJUH
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, setelah kita mengenal Allahu
Akbar dengan penuh keyakinan dan kesungguhan sebagai manusia
ciptaan-Nya, Allah menugaskan kita untuk beribadah kepada-Nya. Ibadah
adalah setiap ucapan atau perbuatan yang dilaksanakan karena Allah.
Sementara itu selain bangsa manusia,
Allah juga menugaskan bangsa jin untuk beribadah. Agar tidak salah dalam
beribadah maka pengertian ibadah bagi manusia atau jin kira-kira :
Ibadah manusia adalah : setiap ucapan
ataupun perbuatan baik maupun buruk yang dilaksanakan karena Allah
dengan tujuan untuk kebaikan manusia.
Ibadah jin : adalah setiap ucapan
ataupun perbuatan baik maupun buruk yang dilaksanakan karena Allah
dengan tujuan untuk kesesatan manusia.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KEDELAPAN
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, manusia yang telah bersih diri
dalam pandangan dan penilaian Allahu Akbar dilengkapi dengan suatu alat
yang disebut “akal sempurna” agar dalam beribadah kepada Allah dapat
berjalan secara baik dan benar mengikuti pedoman kebenaran.
Salah satu tandanya kita telah berpikir
dengan menggunakan akal sempurna yaitu dalam menghadapi suatu masalah
hasil pemikiran tersebut dapat menyelesaikan masalah dengan tidak
merendahkan ALLAHU AKBAR dan tidak merusak habluminanas (hubungan baik
sesama manusia).
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KESEMBILAN
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, agama Islam adalah agama yang
diridhoi oleh Allahu Akbar, agar umat manusia dapat hidup damai atau
mendapatkan keselamatan di dunia dan akhirat dengan mengikuti
aturan-aturan yang Allahu Akbar berikan. Dalam sejarah Islam Muhammad
Rasulullah S.A.W pernah bersabda, yang menjelaskan bahwa umatnya akan
terbagi menjadi 73 golongan, semuanya akan masuk neraka dan hanya satu
yang masuk surga yaitu “Ahlussunnah Waljama’ah”.
Agar kita termasuk yang “Ahlussunnah
Waljama’ah”, kita harus tahu dahulu apa yang dimaksud dengan Ahlussunnah
Waljama’ah, yaitu kelompok yang mau dan mampu merangkul
kelompok–kelompok Islam yang lainnya karena Allahu Akbar, dan tidak
merasa dirinya yang paling benar dan tidak juga menyalahkan
kelompok-kelompok lainnya, serta dapat memberikan penjelasan-penjelasan
atau nasehat-nasehat kebenaran terhadap ajaran–ajaran kebenaran dari
aliran/kelompok–kelompok yang belum benar atau kurang benar (Mampu
mengurangi dari kelebihan maupun menambahkan dari kekurangan
kelompok-kelompok lain). Dengan menyimak penjelasan tersebut maka kita
dapat mengetahui apakah kita sudah termasuk atau belum kedalam kelompok
Ahlussunnah Waljama’ah tersebut.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KESEPULUH
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah shalat tarawih semoga dirahmati Allah, sebagaimana kita
ketahui bersama, baik laki-laki maupun perempuan yang diperkirakan
sudah cukup usia (melebihi aqil balik) untuk melaksanakan pernikahan,
sesuai dengan himbauan ALLAH bahwa laki-laki & perempuan
berpasang-pasangan (QS. An-Nuur ayat 32 : Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian
diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba
sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika
mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah
MahaLuas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.)”, kira-kira faktor apakah seandainya himbauan tersebut belum dapatnya kita laksanakan ?
Kira-kira hal tersebut terjadi karena
selalu mengikuti maunya dirinya dibandingkan mau-Nya ALLAH, seperti
belum adanya kesiapan untuk menikah, baik yang sudah memiliki atau yang
belum memiliki calon pasangan, seperti : belum adanya jodoh untuk
dirinya, belum mempunyai pekerjaan tetap, belum mempunyai tempat tinggal
dan lain-lain
Bila hal tersebut dibuat suatu dasar
dengan belum dapatnya menikah, berarti sama dengan tidak lagi meyakini
bahwa ALLAH tersebut Maha Mengatur atas jodoh, rejeki, dll yg telah
ditentukan oleh ALLAH di dalam kodrat-Nya manusia masing-masing.
Sebagaimana dijelaskan pada Firman-Nya dalam Al-Qur’an Surah An-Nuur
ayat 32. Bahkan bila hal itu dipertahankan, peluang-peluang untuk
berbuat suatu ketidakbenaran akan lebih banyak/lebih besar, semua itulah
diperkirakan yang akan membuat dirinya jauh dari ALLAH, apabila hal
tersebut dipertahankan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM RAMADHAN MALAM KESEBELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah shalat tarawih rahima kumullah, di dalam kehidupan
berumah tangga kita harus saling memperhatikan, agar terciptanya saling
pengertian dalam kehidupan dan masing-masing tidak boleh berburuk sangka
serta saling mencurigai, agar tidak mudah dalam hidup berumah tangga
dipengaruhi dewan penguji, sehingga dapat terciptanya ketenangan dalam
hidup berumah tangga.
Seorang suami jangan mengharap perhatian
dari istrinya apabila tidak mau memperhatikan istri dan seorang istri
janganlah bermimpi untuk diperhatikan suami apabila tidak mau
memperhatikan suami, seorang suami jangan mencurigai dan berburuk sangka
terhadap istri dan seorang istri juga tidak boleh mencurigai dan
berburuk sangka kepada suami, itu semua adalah usaha-usaha untuk
mencapai ketenangan dalam hidup berumah tangga.
Apabila kita tidak mampu untuk saling
memperhatikan maka sampai kapanpun tidak akan terwujud saling
pengertian, yang akhirnya rumah tangga bubar (terjadinya perceraian)
yang berarti kita siap untuk tidak di sayangi ALLAHU AKBAR, maka
ketenangan dalam kehidupan mimpi pun tidak akan menjelang apalagi
kenyataan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE DUA BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat–sahabat kaum muslimin dan
muslimat yang berbahagia, tentunya sebagai seorang yang beriman dan
bertaqwa kita meyakini bahwa Allahu Akbar yang mengatur hidup dan
kehidupan kita termasuk di dalamnya ketentuan rezeki, sehingga di dalam
usaha kita sebagai manusia untuk mencari kelengkapan hidup tersebut kita
gunakan sebagai penunjang dari pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang
bernilaikan ibadah kepada Allah, yang mana dalam pelaksanaannya sebatas
kemampuan yang Allahu Akbar berikan pada kita, namun hasilnya bukan
merupakan hasil dari usaha yang kita lakukan, melainkan ketentuan atau
pemberian dari Allahu Akbar. Sehingga bila sahabat-sahabat menerima atau
meyakini uraian tersebut di atas, apabila kita berhasil dalam berusaha
(mendapatkan rejeki lebih) kita tidak terkena hamparan dunia, dan
apabila belum berhasil atau tidak sesuai dengan harapan, kita tidak
putus asa (tidak menjadi kufur).
Oleh karena itu usaha untuk mencari rezeki kira-kira
adalah : suatu kewajiban dari Allahu Akbar kepada seorang manusia yang
belum sampai menjadi hamba Allah dalam melengkapi hidup dan kehidupan
namun hasilnya bukan menunggu atau mencari apa yang menjadi harapan
tetapi menerima apa yang Allah tentukan atau Allah berikan (menunggu apa
yang terbaik menurut Allahu akbar atas apa yang akan kita terima).
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE TIGA BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, sebagai pemeluk Agama Islam
muslimin dan muslimat kita harus mampu mengatur dengan baik setiap apa
yang ALLAHU AKBAR berikan kepada kita (Rezeki) sehingga kita tidak
merasakan suatu kekurangan dalam hidup kita dengan apa yang ALLAHU AKBAR
berikan, maka barulah kita mendapatkan atau menemukan ketenangan dalam
kehidupan.
Apabila kita mengatur penghasilan
(Rezeki) berdasarkan apa yang kita inginkan (bukan berdasarkan apa yang
ALLAHU AKBAR berikan), maka sampai kapanpun baik kita sebagai suami
maupun istri tidak akan menemukan ketenangan dalam kehidupan ini, karena
kemauan manusia tidak ada habis-habis nya dan cukup–cukupnya walaupun
berapa besar biaya yang disediakan, bila tidak mau mengikuti atau
menerima apa-apa yang ALLAHU AKBAR berikan yang terbaik untuk kita.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE EMPAT BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat mungkin siapapun
orangnya tentu sangat mengharapkan sesuatu yang baik, sesuatu yang
bagus, sesuatu yang enak, sesuatu yang pas bahkan mungkin berlebih untuk
dirinya, namun terkadang harapan tidak selalu sesuai dengan apa yang
diterima, sebagai contoh kecil saja, kita mengharapkan rejeki yang cukup
bahkan berlebih dari Allah namun pada kenyataanya kurang yang kita
dapat, kita mengharapkan sehat namun sakit yang kita terima, melihat
contoh kecil diatas terkadang mungkin saja timbul dalam hati kecil kita
“Apakah Allah tidak mengetahui atau mengabulkan apa yang kita inginkan“
sehingga kita merasa kekurangan dan tidak adanya ketenangan dalam hidup.
Sahabat-sahabat jama’ah shalat tarawih
yang saya hormati, apabila sesuatu yang kita inginkan atau tidak kita
inginkan menimpa diri kita, maka seharusnyalah kita terima dengan ikhlas
karena Allah dan yakinkan serta tanamkan dalam hati bahwa semua yang
terjadi atas ke-Maha Pengaturan Allah. Janganlah pernah menilai ataupun
mengukur apa yang diberikan Allahu Akbar kepada kita, tetapi lihatlah
siapa yang memberikan itu semua kepada kita, Dialah Allahu Akbar Tuhan
semesta Alam, agar tidak melunturkan nilai-nilai keimanan kepada Allahu
Akbar, sehingga Allah tetap dekat dengan kita serta tetap sejalan dengan
fungsi manusia diciptakan Allah yaitu untuk menjadi Khalifah di muka
bumi yang bernilaikan ibadah kepada-Nya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE LIMA BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Jamaah shalat Tarawih yang berbahagia,
maksud Allah memberikan nafsu/keinginan pada manusia untuk membuat
program dasar dari keinginan manusia, selanjutnya kita mau mengarahkan
kemana keinginan tersebut, misalnya dalam manusia program dasarnya
adalah kekhalifahan. Program dasar ini tidak bisa dilanggar walaupun
keinginannya berubah-ubah. Dalam menjalankan keinginan ada satu batas
yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyimpang dari program yang telah
dibuat tersebut, agar program tetap berfungsi. Keinginan manusia ada 2
macam : keinginan yang mengarah pada keburukan (sifat kesetanan) dan
keinginan yang mengarah pada kebaikan (sifat kerasulan).
Agar dalam pelaksanaannya tidak
menyimpang dari program dasar yang kita buat, bila ada salah satu sifat
yang lebih tinggi agar tidak melewati batas sifat yang ada, misalnya
apabila sifat kesetanan tinggi dan sifat kerasulan rendah maka hati
sebagai kontrol harus menurunkan sifat kesetanan tadi atau menaikkan
sifat kerasulan, sehingga tidak ada sifat yang melewati ambang batas
dalam program dasar yang telah dibuat. Contoh : bila kita sedang marah
kepada seseorang berarti sifat kesetanan dalam diri kita sedang
naik/tinggi, untuk mengimbangi sifat kesetanan tadi bisa dilakukan
dengan menaikkan sifat kerasulan (misalnya dengan berpikir untuk apa
kita marah pada seseorang tadi padahal dia adalah saudara kita, atau
bisa dengan menurunkan/meredam sifat kesetanan atau kemarahan dengan
bersabar).
Sasarannya supaya seorang manusia tadi
dapat melaksanakan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada
Allah dengan baik dan benar dengan mengatur keinginannya sebagaimana
penjelasan di atas.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE ENAM BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sejak sebelum diciptakan kemudian hidup
dan mati untuk seorang manusia, telah diatur oleh Allah yang dimasukkan
dalam daftar kodrat. Sehingga walaupun manusia berusaha untuk merubah
kehidupannya baik rejekinya, kesehatannya, dan lain-lain untuk menjadi
lebih baik seperti apa yang diharapkan pada pelaksanaan kodrat tersebut,
namun yang mampu merubah untuk mencapai ke arah yang lebih baik atau
yang diharapkan oleh seorang manusia hanya Allahu Akbar saja yang mampu
untuk merubah-Nya. Jadi dengan demikian, seorang manusia itu berusaha
atau tidak berusaha dalam kehidupannya telah ada pengaturan dari Allah
Yang Maha Besar untuk diterima manusia, itulah yang dinamakan “Nasib”.
Sebagai seorang yang beriman kepada
Allah Yang Maha Besar, maka sikap dalam menerima nasib ada berapa hal
yang perlu kita perhatikan, yaitu :
- Sikap secara akal :
- Jika bernasib baik :
Memuji Allah (Alhamdulillahi robbil
‘alamiin) aku terima pemberian-Mu, karena Engkau berikan sesuai dengan
harapanku, semoga di masa mendatang Engkau berikan yang lebih baik lagi.
- Jika bernasib buruk :
Tetap memuji Allah (Alhamdulillahi
robbil ‘alamiin) aku terima pemberian-Mu, meskipun Engkau berikan yang
bukan jadi harapanku, semoga di masa mendatang Engkau berikan yang
menjadi harapanku.
- Sikap secara tauhid :
- Jika bernasib baik :
Memuji Allah (Alhamdulillahi robbil
‘alamiin) aku terima ketentuan yang Engkau berikan baik yang merupakan
harapanku ataupun yang bukan merupakan harapanku, dan Engkau tetap dekat
denganku serta tidak menjauhi aku, semoga masa mendatang Engkau lebih
dekat padaku dan tidak menjauhi aku, serta minimal Engkau pertahankan
kedekatanku kepada-MU.
- Jika bernasib buruk :
Tetap memuji Allah (Alhamdulillahi
robbil ‘alamiin) aku terima ketentuan yang Engkau berikan baik yang
merupakan harapanku ataupun yang bukan merupakan harapanku, sehingga
Engkau putuskan hubunganku dengan-MU, semoga masa mendatang Engkau
dekatkan hubunganku dengan-MU dan mohon pengampunan-MU atas putusnya
hubungan dengan-MU.
Sedangkan tindakan yang kita lakukan
setelah menerima nasib baik atau nasib buruk adalah digunakan untuk
melaksanakan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE TUJUH BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah tarawih rahima kumullah, di malam bulan Ramadhan
terdapat suatu malam yang ditentukan oleh Allahu Akbar yang nilainya
lebih baik dari 1000 bulan yang dinamakan “Lailatul Qadar”. Di malam
tersebut turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman untuk nabi Muhammad dan
umatnya dalam menjalankan kehidupannya. Di malam tersebut turun malaikat
Jibril dan para malaikat lainnya untuk menyaksikan apa yang dilakukan
umat Muhammad, selanjutnya melaporkan nilai kebaikannya kepada Allahu
Akbar. Maka selama Bulan Ramadhan kita melakukan kebaikan-kebaikan hanya
karena Allahu Akbar, agar disaat malaikat turun menilai, kita sedang
melakukan hal-hal yang bernilaikan ibadah kepada Allahu Akbar, bukan
melakukan hal-hal lain yang tidak bernilaikan ibadah kepada Allahu
Akbar.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE DELAPAN BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat yang berbahagia, guna berusaha bersungguh-sungguh untuk
menyelaraskan diri dengan maunya Allah dalam menciptakan manusia yaitu
untuk menjadi khalifah dimuka bumi yang bernilaikan ibadah kepada-Nya,
menurut saya sangatlah perlu untuk menanamkan pada diri kita : niat,
usaha dan tekad yang sungguh-sunguh karena Allah. Menurut pendapat saya
tandanya bersungguh-sungguh dalam pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang
bernilaikan ibadah kepada Allah kira-kira adalah seorang pelaksana tugas
khalifah yang selalu berusaha semaksimal mungkin untuk siap karena
Allahu Akbar dalam melaksanakan tugas-tugas khalifah dengan baik &
benar. Dimana letak bersungguh-sungguhnya adalah pelaksana tugas
khalifah tersebut berani mengambil sikap untuk siap selalu karena Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KE SEMBILAN BELAS
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, sebagai manusia ciptaan
Allah dimuka bumi ini melaksanakan tugas-tugas dari pada-Nya yakni :
Melaksanakan tugas khalifah yang bernilaikan ibadah kepada-Nya, dalam
melaksanakan tugas-tugas tersebut berpedoman dengan aturan-aturan yang
ALLAHU AKBAR berikan (Al-Qur’an) dan contoh-contoh yang Rasul contohkan.
Untuk berpedoman kepada aturan-aturan
yang ALLAHU AKBAR berikan dan Rasul contohkan tersebut, baru bisa dapat
kita laksanakan setelah kita paham dan mengerti apa maksud dan tujuan
setiap aturan-aturan dan contoh-contoh yang Rasul berikan kepada kita.
Sehingga kita perlu mengkaji maksud dan
tujuan Allah berfirman dalam Al-Qur’an dan Rasul bersabda dalam
Al-Hadits. Dasarnya mengkaji : lautan sebagai tintanya bahkan
ditambahkan lagi dengan lautan sebesar itu pula, namun belum bisa cukup
untuk menafsirkan semua aturan-aturan yang ALLAHU AKBAR berikan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, agar dalam pelaksanaan
tugas-tugas khalifah dapat berjalan dengan baik dan benar menurut
pendapat saya, ada tiga langkah yang perlu diperhatikan yaitu :
- Mengerti akan tugas yang akan dilaksanakan, yaitu sebelum kita melaksanakan suatu tugas, perlunya kita mengerti dahulu akan tugas yang akan dilaksanakan dari yang memberikan tugas tersebut.
- Meminta penjelasan atau menanyakan kembali apabila belum mengerti, yaitu setelah mendapat penjelasan dari pemberi tugas kepada kita, apabila masih belum dimengerti dengan benar atau masih belum jelas tanyakan kembali kepada pemberi tugas guna mendapatkan penjelasan kembali sampai dengan dimegertinya tugas tersebut.
- Melaporkan hasil pelaksanaan, yaitu setelah tugas tersebut dilaksanakan apapun hasilnya, kita laporkan kembali kepada yang memberi tugas atau yang menugaskan, guna mengetahui pelaksanaan dari yang kita laksanakan apakah sudah atau belumnya berjalan secara baik dan benar.
Sahabat-sahabat muslimin dan muslimat
sekalian khususnya anggota PGR atas penjelasan singkat diatas, hal ini
bertujuan agar Ke-ridha-an Allah dan Rasulnya selalui menyertai kita
dalam menempuh hidup dan kehidupan ini, maka kita selalu memposisikan
diri kita sebagai pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang bernilaikan
ibadah kepada Allah dan kita selalu siap kerena Alah dalam pelaksanaan
tugas khalifah, serta berusaha maksimal dan sungguh-sungguh dengan
berpedoman pada ajaran maupun arahan-arahan kebenaran yang telah
diberikan kepada kita serta melihat contoh-contoh yang dicontohkan
Rasulullah atau Khalifatullah semasa hidupnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH SATU
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat–sahabat kaum Muslimin dan
Muslimat yang berbahagia, dalam sebuah Hadist Qudsi yang mengisahkan
dialog antara ALLAHU AKBAR dengan Nabi Musa, ALLAHU AKBAR bertanya
kepada Musa Kalamullah ”Amal apa yang kau berikan untuk-KU?”, lalu Musa
menjawab ”Bukankah aku sudah shalat?” lalu ALLAHU AKBAR berfirman
”Sesungguhnya shalatmu KU-kembalikan untukmu” lalu ALLAHU AKBAR bertanya
”Amal apa yang kau berikan untuk-KU ?” lalu Musa menjawab ”Bukankah aku
sudah berpuasa?”, ALLAHU AKBAR berfirman ”Sesungguhnya puasamu
KU-kembalikan untukmu” hal tersebut berulang sampai akhirnya Nabi Musa
menyerah dan bertanya kembali kepada ALLAHU AKBAR, lalu ALLAHU AKBAR
menjawab: ”Amal yang untuk-KU adalah mencintai hamba-hamba yang AKU
cintai dan berjuang di jalan-KU”.
Sahabat-sahabat yang berbahagia, yang
menyebabkan mencintai hamba-hamba yang ALLAHU AKBAR cintai dianggap
sebagai amal untuk ALLAHU AKBAR kira-kira disebabkan hasil amal
perbuatan tersebut tidak kembali kepada kita, yang kembali kepada kita
adalah balasan dari ALLAHU AKBAR yang bukan dari amal perbuatan (kalau
ALLAHU AKBAR mau membalasnya). Contoh: dalam melaksanakan tugas-tugas
kekhalifahan tidak mendapatkan amal dari perbuatan tersebut melainkan
kalau ada hanyalah balasan dari ALLAHU AKBAR, karena perbuatan tersebut
(pelaksanaan tugas kekhalifahan) merupakan amal kepada ALLAH, demikian
juga menunjang khalifah melaksanakan tugas-tugas kekhalifahan, mencintai
hamba-NYA yang DIA cintai dengan bermacam-macam pengorbanan yang
hasilnya tidak kembali kepada kita kecuali balasan dari ALLAHU AKBAR
karena perbuatan tersebut, dan sebagai khalifah yang mau berjuang kita
menunjang atau mau membantunya baik moril/materiil, apabila kelak masuk
syurga/neraka bukanlah karena amal kita tetapi merupakan balasan ALLAHU
AKBAR atas amal-amal kita kepada-NYA. Menunjang disini adalah memberikan
sesuatu kepada hamba yang ALLAHU AKBAR cintai dilakukan ikhlas karena
ALLAHU AKBAR semata karena mencintai hamba ALLAHU AKBAR tersebut, tanpa
mengharapkan sesuatu apapun.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH DUA
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat jama’ah shalat Taraweh yang berbahagia, sesama Islam itu “bersaudara” apabila
kita menerima atau menyampaikan Islam tersebut karena ALLAHU AKBAR.
Namun apabila kita menerima atau menyampaikan bukan karena ALLAHU AKBAR
atau karena seorang figur, wajar bila terjadi bentrok pendapat ataupun
bentrok fisik sesama Islam. Karena antara figur yang satu dengan figur
yang lain belum tentu sama pendapatnya mengenai pemahaman dan pengertian
tentang Islam. Untuk kita ketahui bahwa Islam itu sendiri bermakna “damai”.
Jadi apabila antara sesama Islam bertengkar atau berselisih tidaklah
mungkin terjadi, kecuali yang bersangkutan belum mengerti tentang Islam
itu sendiri.
Sahabat-sahabat jama’ah shalat taraweh
yang berbahagia apabila kita mau menerima Islam tersebut dari ALLAHU
AKBAR atau karena ALLAHU AKBAR walaupun kita mempelajarinya dari
bermacam-macam figur, insya ALLAH tidak akan terjadi bentrok pendapat
ataupun bentrok fisik.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH TIGA
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat jama’ah shalat taraweh
yang berbahagia, menurut saya jihad atau berjuang di jalan Allahu Akbar
kira-kira adalah : Berjuang di jalan Allahu Akbar dalam mempertahankan
atau menegakkan kebenaran dari yang benar karena Allahu Akbar, agar
manusia yang tidak benar menjadi benar menurut pandangan Allahu Akbar,
serta kita harus ikut bergabung dalam kelompok kebenaran tersebut dan
mengerti, lalu berusaha semaksimal mungkin melaksanakan kebenaran
tersebut dengan segenap kemampuan yang Allahu Akbar berikan”.
Sehingga bila kita ingin berjihad atau
berjuang di jalan Allah maka minimal kita mengerti kebenaran yang akan
diperjuangkan dan mengetahui kelompok kebenaran tersebut sehingga
perjuangan yang kita laksanakan tidak menjadi sia-sia.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH EMPAT
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, membayar zakat adalah
berkaitan dengan amanah yang Allahu Akbar titipkan kepada orang-orang
yang beriman atas rezeki yang sudah diterima dari-Nya (sebagai uji
kejujuran). Uji kejujuran ini wujud pelaksanaannya bisa dilihat dari
hari jatuh tempo pembayarannya, apakah yang dikeluarkan sesuai dengan
aturan dari yang Maha Adil atau tidak hanyalah orang-orang yang
melaksanakannya yang mengetahui dan Allahu Akbar yang dapat menilainya.
Hal tersebut kita lakukan agar kita terhindar dari orang-orang yang
dicap oleh Allahu Akbar sebagai pendusta agama.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH LIMA
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, pembayaran zakat fitrah
dengan ketentuan berupa beras sebanyak 3,5 liter atau berupa uang
senilai dengan harga beras yang kita makan sehari-hari, maka orang
tersebut tinggal menghitung berapa kira-kira yang harus dibayar atau
dikeluarkan untuk zakat fitrah setiap tahunnya. Tidak ada ketentuan
beras yang mana yang harus dipakai untuk membayar zakat fitrah tersebut.
Apabila ada seseorang yang sudah berusaha untuk mengumpulkan agar bisa
membayar zakat setelah melaksanakan puasa Ramadhan, namun karena musibah
akhirnya tidak bisa membayar zakat karena dipakai sendiri, kira-kira
yang harus dilakukan adalah mengambil jalan terakhir yaitu dengan
tenaganya atau pikirannya menyatakan diri kepada Allahu Akbar, berjuang
untuk kepentingan anak yatim piatu dan fakir miskin dengan menjadi
pengurus atau pengumpul zakat.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH ENAM
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah sholat tarawih rahima kumullah, batas waktu untuk
pembayaran zakat fitrah yang telah Allahu Akbar tentukan kira-kira
yaitu: dari mulai masuknya bulan Ramadhan sampai dengan sebelum
selesainya sholat Iedul Fitri, namun apabila kita membayar zakat fitrah
tersebut setelah selesainya sholat Iedul Fitri maka tidak termasuk zakat
tetapi merupakan sebagai sedekah biasa saja.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH TUJUH
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat muslimin dan muslimat
sekalian, zakat adalah bertujuan untuk menunjang kegiatan-kegiatan
operasional Islam dan penunjangan orang-orang Islam agar adanya
kesejahteraan dan kemakmuran bagi orang-orang Islam khususnya anak yatim
piatu dan fakir miskin dalam hidup dan kehidupan. Oleh karena itu zakat
tidak dibenarkan/tidak boleh diperkembang biakan atau dipakai untuk
bisnis/usaha yang lain dahulu karena walaupun mendapatkan untung sama
saja tidak untung karena sama saja menghambat penunjangan, apalagi kalau
rugi berarti terhentinya penunjangan karena sama saja memakai
hak/amanah orang lain yang bukan haknya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH DELAPAN
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat jama’ah Shalat Taraweh
yang berbahagia, sebagai umat Islam yang mempunyai suri tauladan atau
seperti contoh-contoh yang baik dan benar yang dicontohkan oleh para
Pembawa Suara Kebenaran atau Rasul yang diutus oleh Allahu Akbar,
tentunya suri tauladan yang kita dapatkan adalah pelajaran atau
pengertian dalam melaksanakan hubungan baik antar sesama manusia maupun
hubungan baik dengan Allahu Akbar, salah satu bentuk pengertian yang
diajarkan kepada kita adalah ahlaqul karimah (akhlak yang mulia) yang
merupakan suatu yang dapat secara langsung dilihat oleh umat. Akhlaqul
Karimah ini sangatlah penting dilaksanakan dalam pelaksanaan hidup dan
kehidupan, terutama sebagai pelaksanaan tugas-tugas khalifah yang
bernilaikan ibadah kepada Allahu Akbar.
Menurut saya kira-kira yang disebut
dengan Ahlaqul karimah yaitu selalu dapat menempatkan suatu ucapan dan
perbuatan serta tingkah laku yang sesuai dengan tujuan dan sasaran yang
dihadapi dengan tidak meninggalkan kebesaran Allah.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KEDUA PULUH SEMBILAN
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah shalat Tarawih rahima kumullah, untuk penetapan 1
Syawal diketahui dari petunjuk langsung yang Allahu Akbar tentukan,
kemudian diumumkan kepada seluruh anggota PGR atau yang meyakininya.
Apabila kita sedang berpuasa di bulan Ramadhan, apabila telah tiba 1
Syawal maka kita wajib membatalkan puasa atau berbuka puasa karena
Allahu Akbar mengharamkan puasa di hari itu, apabila kita masih berpuasa
maka gugurlah semua puasa yang kita lakukan selama bulan Ramadhan.
Sebagai contoh : Bila kereta berjalan
dari stasiun ke stasiun, bila berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam
matahari. Bila kereta berjalan dari stasiun sebelum stasiun berikutnya
sinyal ditutup, bila kereta tidak berhenti dan dipaksakan untuk mencapai
stasiun maka hancurlah seluruh gerbong kereta yang ada. Demikian juga
bila kita berpuasa mulai terbit matahari, sebelum matahari terbenam
muncul sinyal 1 syawal, bila kita paksakan untuk berpuasa sampai
matahari terbenam maka hancurlah nilai puasa yang kita kerjakan
sebelumnya.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
KULTUM MALAM KETIGA PULUH
Bismillahirrahmaannirahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Sahabat-sahabat kaum muslimin dan
muslimat jama’ah shalat Tarawih rahima kumullah, apabila di akhir bulan
Ramadhan terdapat perbedaan jatuhnya tanggal 1 Syawal antara ketentuan
dari pemerintah atau ketentuan ahli hisab dari salah 1 versi keyakinan,
sebelum kita menentukan pilihan kita teliti dulu kedua ketentuan
tersebut, mana menurut kita yang paling benar. Jika kita masih ragu,
maka mohon petunjuk kepada Allah, mana tanggal 1 Syawal yang benar. Jika
kita dapatkan petunjuk tersebut dan kita sudah meyakininya, maka yakini
karena Allah dan membatalkan puasa (berbuka puasa) karena Allah, karena
apabila sudah masuk tanggal 1 Syawal kita tidak diperbolehkan berpuasa,
karena hukumnya haram kalau tetap berpuasa dan apabila kita masih
berpuasa maka gugurlah semua puasa yang kita lakukan selama bulan
Ramadhan.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar